Hubungan Semantik dengan Disiplin Ilmu lain

0 comments
Segala puji bagi Allah yang tidak henti-hentinya memberikan rahmat, taufiq dan hidayah kepada hambanya dan senantiasa meridhai amal ibadah kita. Shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.Dalam makalah ini membahas tentang semantik dengan disiplin ilmu lain, sebelumnya telah dibahas pengertian dan sejarahnya.
Pada tahun 1923 muncul buku The Meaning of Meaning karya Ogden & Richards yang menekankan hubungan tiga unsur dasar, yakni ‘thought of reference’ (pikiran) sebagai unsur yang menghadirkan makna tertentu yang memiliki hubungan signifikan dengan referent(acuan). Pikiran memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Lambang tidak memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Lambang tidak memiliki hubungan yang arbitrer. Sehubungan dengan meaning, para pakar semantik biasa menentukan fakta bahwa asal kata meaning(nomina) dari to mean (verba), di dalamnya banyak mengandung ‘meaning’ yang berbeda-beda. Leech (1974) menyatakan bahwa ahli-ahli semantik sering tidak wajar memikirkan ’the meaning of meaning’ yang diperlukan untuk pengantar studi semantik. Mereka sebenarnya cenderung menerangkan semantik dalam hubungannya dengan ilmu lain; para ahli sendiri masih memperdebatkan bahwa makna bahasa tidak dapat dimengerti atau tidak dapat dikembangkan kecuali dalam makna nonlinguistik
Semantik merupakan bidang yang sangat luas, karena ke dalamnya melibatkan unsur-unsur struktur dan fungsi bahasa, yang berkaitan erat dengan psikologi, filsafat dan antropologi, serta sosiologi. Antropologi berkepentingan di bidang semantik antara lain, karena analisis makna di dalam bahasa dapat menyajikan klasifikasikasi budaya pemakai bahasa secara praktis. filsafat berhubungan erat dengan semantik karena persoalan makna tertentu yang dapat dijelaskan secara filosofis (makna ungkapan dan peribahasa). Psikologi berhubungan erat dengan semantik karena psikologi memanfaatkan gejala kejiwaan yang ditampilkan manusia secara verbal dan nonverbal. Sosiologi memiliki kepentingan dengan semantik, karena ungkapan atau ekspresi tertentu dapat memadai kelompok sosial atau identitas sosial tertentu. Semoga dalam pembahasan ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah khazanah ilmu pengetahuan.
Pembahasan
Dalam linguistik bahasan penting yang dibahas oleh ulama Alsun (fonology) dan Dilalah (Semantic) adalah masalah kata dan makna. Pada mulanya, bahasan studi bahasa hanya mempersoalkan hubungan antara lafadz dan makna. Setelah ilmu dilalah mengalami perkembangan, bahasannya pun meluas dan mencakup daal wa madluul, baik daal itu adalah lafadz atau bukan lafadz. Dan pada akhirnya bahasa tak lain adalah hubungan yang mengikat antara daal dan madluulnya dalam lingkup network yang teratur. Hal itu karena daal sendiri tidak mengusung makna yang ia bawa sendiri melainkan sebagai sumber dalalah yang menghubungkan daal dan madluulnya. Pendapat ini sendiri yang dipegang oleh DR. Abdul Salam Al-Masdy dalam bukunya Al-Lisaniyyaat wa Ususuha.
Beda lagi dengan pendapat Souser mengenai daal dan madluul, ia mengistilahkanna dengan Ad-dalil Al-lisany. Ad-Daal¬ -menurutnya- adalah kualitas suara atau bentuk acoustic. Sedangkan al-madluul adalah ide pokok .
Sebagai studi linguistik, semantik tidak mempelajari makna-makna yang berhubungan dengan tanda-tanda nonlinguistik seperti bahasa bunga, bahasa warna, morse, dan bahasa perangko. Hal-hal itu menjadi persoalan semiotika yaitu bidang studi yang mempelajari arti dari suatu tanda atau lambang pada umumnya. Sedangkan semantik hanyalah mempelajari makna bahasa sebagai alat komunikasi verbal.
Mengkaji makna bahasa (sebagai alat komunikasi verbal) tentu tidak dapat terlepas dari para penggunanya. Pengguna bahasa adalah masyarakat. Oleh karena itu studi semantik sangat erat kaitannya dengan ilmu sosial lain, seperti sosiologi, psikologi, antropologi, dan filsafat.



Hubungan Semantik dengan Disiplin Ilmu lain
1.semantik dengan sosiologi
semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan sering dijumpai dalam kenyataan masyarakat dalam menggunakan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu yang dapat menandai identitas maupun kelompok penuturnya
contoh kata “cewek” dan “wanita”
kata “cewek” lebih identik digunakan oleh para remaja ataupun anak-anak muda, sedangkan kata “wanita” terkesan lebih sopan diucapkan dan identik dengan orangtua yang mengedepankan kesopanan dalam bertutur
2. semantik dengan psikologi
Kajian semantik dengan psikologi tentunya lebih terkait hubungannya dengan kejiwaan, sebab ekpresi dalam jiwa seseorang diungkapkan melalui bahasa dan mempunyai makna-makna sesuai dengan konteksnya.
Contoh kata : suka dan duka
Kata “suka” diartikan sebagai kegembiraan atau kesenangan seseorang atas sesuatu yang dia rasakan misalnya seperti “andi suka bermain bola”, sedangkan kata “duka” diartikan sebagai kesedihan yang timbul dalam perasaan. Contoh : Indonesia berduka cita atas longsor yang terjadi Ciwidei kabupaten Bandung.
Contoh diatas merupakan analisis semantik adjektif dengan kata lain dapat dikatakan semantic yang berkaitan dengan positif dan negatif.
3. Semantik dengan Antropologi
Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada
sebuah bahasa, melalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan mendapatkan menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya .
Contoh : Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti lapar yang mencerminkan sebuah budaya bagi penuturnya. Kata “ngelih” digunakan oleh masyarakat Yogyakarta dan Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk lapar bagi masyarakat jawa timur khususnya daerah Jombang.
4. Semantik dengan Filsafat
Pada dasarnya filsuf linguis mempersoalkan makna dalam hubungan antara ujaran, pikiran, realita, dan alam. Secara umum dibedakan teori makna antara lain
 Teori referensi atau korespondensi
 Teori Teori kontekstual
 Teori konseptual
 Teori formalisme
1. Teori referensi atau korespondensi ini merujuk pada makna referen yang dinyatakan lewat simbol bunyi bahasa baik berupa frase atau kalimat.
Contoh “ mantan wakil presiden RI 2004-2009 “
2. Teori kontekstual
Teori kontekstual harus mempunyai makna dasar atau primer terlepas dari konteks situasi baru mendapatkan makna sekunder.
3. Teori konseptual
Teori konseptual tergantung dengan konsep dalam ujaran bahasa, kalimat, frase, wacana
4. Teori formalisme
Teori formalis lebih berkonsentrasi pada pembahasan fitur-fitur teks, khususnya properti-properti bahasa yang digunakan daripada konteks penciptaan karya dan konteks penerimaannya.

Simpulan

Semantik merupakan salah satu cabang dari linguistik yang membahas tentang makna kata. Mengkaji makna bahasa (sebagai alat komunikasi verbal) tentu tidak dapat terlepas dari para penggunanya. Pengguna bahasa adalah masyarakat. Oleh karena itu studi semantik sangat erat kaitannya dengan ilmu sosial lain, yaitu : sosiologi, psikologi, antropologi, dan filsafat.


DAFTAR PUSTAKA

DR. Manqur Abdul Galey, Ilmu Ad-Dilalah, Ushuluh wa Mabahitsu Fi At-Turats Al-Araby, (Damaskus: Maktabah Al-Asad, 2001
Parera J.D, 2004, Teori Linguistik. Jakarta : Erlangga
http://imam-suhairi.blogspot.com/2009/09/materi-kuliah-pbs-semantik.html

0 comments:

Post a Comment

Copyright 2011 Share and Care.
Blogger Template by Noct. Free Download Blogger Template