ABU SUFYAN BIN HARIS

ABU SUFYAN BIN HARIS
(wafat di madinah, 20 H). Sepupu Nabi Muhammad SAW dan saudara sesusuanya dari Halimah binti Dua’ib as-Sa’diyah, seorang yang dikenal kaya dan terkemuka. Nama lengkapnya; Abu Sufyan bin Haris bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Quraisy al-Hasyimi. Ada yang menyebut namanya al-Mughirah; tetapi ada pula yang menyebut al-Mughirah adalah nama saudaranya, sedangkan nama aslinya adalah Abu Sufyan. Ibunya bernama Gaziyah binti Qais bin Tarif dari keturunan Fihr bin Malik. Ia disebut sebagai orang yang perawakanya mirip dengan Nabi Muhammad SAW, selain Ja’far bin Abi Talib, Hasan bin Ali, dan Qusm bin Abbas.
Ia tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW, bahkan memusuhinya ketika beliau mulai menyebarkan Islam. Ia mengobarkan permusuhan terhadap Nabi SAW dan pengikut-pengikutnya selama dua puluh tahun, yaitu menjelang penaklukan kota Mekah. Ia dikenal sebagai penyair yang mengubah syair-syair berisi caci maki terhadap Nabi Muhammad SAWdan agama Islam. Karena itu, penyair Islam Hassan bin Sabit ditugaskan Nabi SAW untuk menjawab syair itu dengan menggubah syair balasan untuk membela Nabi SAW dan mengutuk kaum Musyrik.
Dalam perang *Badr ia berada di pihak Kuraisy, ikut memerangi pasukan Islam. Dalam perang ini Abu Lahab, paman Nabi SAW tetapi tokoh Kuraisy, tidak ikut serta dan digantikian oleh seseorang yang bernama As bin Hisyam. Sekembalinya dari peperangan, Abu Sufyan bin Haris mendatangi Abu Lahab untuk menceritakan jalanya peperangan dan kekalahan kaum musyrikin Kuraisy. Diceritakan betapa gagah perkasa dan beraninya pasukan Islam dalam pertempuran. Ia mengakui melihat pasukan Malaikat yang berpakaian putih-putih terjun ke tengah medan peperangan membentu Rasulullah SAW dan pasuknan Islam memerangi kaum musyrikin.
Menjelang Fath Makkah (hari penaklukan Mekah), ia dengan ditemani putranya Ja’far, mendatangi Nabi SAW untuk menyatakan masuk Islam. Ia datang secara menyamar dan sembunyi-sembunyi karena takut dibunuh oleh orang Islam yang membencinya. Rasulullah SAW menerima pernyataan Islamnya, dan meminta kepada semua pengikut Islam untuk menerimanya sebagai saudara seagama dan memaafkan kesalahan-kesalahanya pada masa lalu.
Setelah itu ia takut memasuki kota Mekah dalam Perang *Hunain bersama Nabi SAW. Dalam perang Hunain ia menahan tali kekang kuda Rasulullah SAW yang hendak menyerbu ke tengah medan pertempuran menghadapi pasukan Hawazin dan Saqif. Keberanianya mendapat pujian dari Nabi SAW dengan berharap ia dapat menjadi pengganti *Hamzah bin Abdul Muttalib. Rasulullah SAW mencintainya dan bersaksi bahwa kelak ia akan masuk surga. Ketika Rasulullah SAW meninggal dunia, ai amat bersedih, dan kesedihanya itu diungkapkanya dalam bentuk syair yang panjang.
Ia meninggal pada tahun 20 H di Madinah dan di makamkan di pekuburan Baqi (dekat Masjid Madinah).

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com