AL-FARUQI, ISMAIL RAJI

AL-FARUQI, ISMAIL RAJI
(Jaffa, Palestina, 1 Januaru 1921 – Philadelpia, Amerika Seriakat, 27 Mei 1986). Seorang ilmuwan muslim terkemuka, pendiri Pusat Pengkajian Islam di Temple University, Philadelpia, Amerika Serikat, seorang pembaru yang menginginkan aktualisasi Islam, dan tokoh *Pan Islame. Ia dilahirkan di Jaffa, Palestina masih merupakan bagian dari Arab, sebelum pendidikan kaum Zionis. Pendidikan awalnya dilaluinya di College des Freres di Libanon sejak tahun 1926 sampai tahun 1936. dia kuliah pertama kali di American University di Beirut sampai gelar sarjana muda pada tahun 1941. Setalah itu, ia menjadi pegawai pemerintah Palestina di bawah mandat Inggris selama empat tahun dan kemudian diangkat menjadi gubernur Galilea yang terakhir. Pada tahun 1947, propinsi yang dipimpinnya jatuh ke tangan Israel dan hal itu memaksanya untuk hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 1948.
Hijrahnya ke Amerika Serikat itu mengubah haluan hidupnya. Dia menggeluti dunia akademis. Pada tahun 1949, dia meraih gelar MA dalam bidang filsafat di Indiana University. Mengikuti kuliah di Harvard University dan mendapat gelar MA yang kedua kalinya dengan tesis yang berjudul On Justifying the Good: Metaphysic and Epistemology of Value (Tentang Pembanaran Kebaikan: Metafisika dan Epistemologi Nilai). Gelar doktor dan diraihnya di Indiana University. Ia kemudian memperdalam ilmu pengetahuan keislaman di al-Azhar, Cairo, Mesir. Studi itu berlangsung selama empat tahun.
Setelah selesai studi di Cairo, ia memberi kuliah di McGill University, Montreal, Canada, pada tahun 1959. Pada tahun 1961, dia pindah ke Karachi, Pakistan, karena terlibat dalam kegiatan Central Institut for Islamic Research dengan jurnalnya Islamic Studies. Pada tahun 1963, ia kembali ke Amerika Serikat dan memberi kuliah di Fakultas Agama University of Chicago, dan selanjtnya pindah ke program pengkajian Islam di Syracuse University, New York. Pada tahun 1968, ia pindah ke Temple University, Philadelpia, sebagai guru besar agama dan mendirikan Pusat Pengkajian Islam. Ia terus memberi kuliah di Universitas ini sampai akhir hayatnya. Disamping itu, dia juga menjadi dosen luar biasa di berbagai perguruan tinggi, seperti di Mindano State Universty, Marawi City, Filipina, dan Universitas Islam di Qom, Iran. Dialah perancang utama kurikulum The American Islamic College Chicago.
Dia banyak terlibat dalam perencanaan program pengkajian Islam di berbagai negara di dunia, seperti Pakistan, Afrika Selatan, India, Malaysia, Libya, Arab Saudi, dan Mesir. Dia juga duduk di delapan jurnal ilmiah sebagai anggota dewan redaksi. Dia banyak menerima penghargaan karena prestasi ilmiahnya itu.
Ia menulis lebih dari dua puluh buah buku dan seratus artikel. Diapun seringkali di undang untuk menghadiri dan memberikan makalah dalam banyak seminar di berbagai negara. Diantara bukunya yang terkenal adalah Christian Ethics (Etika Kristen), A Historical Atlas of the Religion of the World (Atlas Historis Agama Dunia), Trialogue of Abrahamic Faiths (Trilogi Agama-Agama Abrahamis), The Cultural Atlas of Islam (Atlas Budaya Islam), Tauhid (Sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Mizan), dan Islam And Culture (juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Islam dan Kebudayaan). Artikel-artikel dan makalah-makalahnya pun sudah banyak yang diterbitkan dalam bentuk buku bunga rampai. Beberapa diantaranya juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Pemikiranya tentang Islamisasi ilmu pengetahuan menimbulkan pro dan kontra dikalangan ilmuwan muslim. Meskipun demikian, dalam hal ini dia banyak memperoleh pengikut di berbagai negara. Untuk mempublikasikan dan menyebarkan pemikirannya, dia mendirikan The Association of Muslim Social Scientists (Himpunan Ilmuwan Sosial Muslaim) pada tahun 1972 dan menjadi presidenya yang pertama sampai tahun 1978. pada tahun 1980 – 1982, dia kembali terpilih mnejadi presiden organisasi ini untuk kedua kalinya. Dia juga ikut memelopori pembentukan The International Institut of Islamic Thought (Lembaga Internasional Pemikiran Islam). Kedua organisasi yang bergerak dalam kajian ilmu-ilmu sosial dalam Islam ini secara bersama-sama menerbitkan jurnal American Journal of Islamic Social Scienses (Jurnal Amerika tentang Ilmu-Ilmu Sosial Islam). Kegiatannya dalam masalah ini didorong oleh pendapatnya bahwa ilmu pengetahuan dewasa ini sudah sekuler, dan karena itu jauh dari kerangka tauhid. Untuk itu dia mrnyusun karangka teori, metode, dan langkah-langkah praktis menuju Islamisasi ilmu pengetahuan, sebagiamana dapat disimak dalam bukunya Tauhid, Islamic Thought and Cultur (pemikiran dan budaya Islam), Islamizatioan of Knowledge (Islamisasi Ilmu Pengetahuan), dan lain-lain. Sejalan dengan itu, dia juga menyerukan adanya perombakan sistem pendidikan Isalam yang mengarah kepada Islamisasi ilmu pengetahuan dan terciptanya paradigma tauhid dalam pendidikan dan pengetahuan.
Di tengah berkembangnya negara-negara nasionalisme yang membuat umat Islam terpecah-belah. Sampai akhir hayatnya, usahanya untuk mempopulerkan gagasanya ini terus berlanjut. Baginya, khilafah (Kekhalifahan) adalah bentuk negara Islam yang paling sempurna. Khilafah adalah prasyarat mutlak bagi tegaknya paradigma Islam di muka bumi. Baginya khilafah merupakan induk dari lembaga-lembaga lain di dalam masyarakat; tanpa itu, lembaga-lembaga lain akan kehilangan dasar pijaknya. Secara intern, khilafah merupakan pembenaran bagi penegakan syariat yang aplikasinya akan membawa keadilan. Sedangkan secara ekstern, khilafah adalah pengejawantahan kekuasaan untuk kesejahteraan dan kedamaian umat guna mewujudkan tata dunia baru yang berorientasi kepada keadilan dan kedamaian dimuka bumi. Dalam pemikiran al-Faruqi, negara-negara Islam yang ada sekarang ini akan menjadi propinsi-propinsi federal dari sebuah khilafah yang bersifat universal yang harus senantiasa diperjuangkan.
Dengan terbentuknya khilafah, keragaman tidak berarti lenyap. Dia berpendapat bahwa khilafah itu bertanggung jawab melindungi keragaman. Bahkan wajib melindungi pemeluk agama Kristen, Yahudi, dan sebagainya, karena tak ada paksaan dalam Islam.
Pemikiranya dalam bidang prbandingan agama juga merupakan sumbangan besar dalam bidang itu. Karyanya A Historical Alas of Religion of the World oleh banyak kalangan dipandang sebagai buku standar dalam bidang tersebut. Dalam karya-karyanya yang menyangkut perbandingan agama itu, ia selalu memaparkan pemikiran ilmiahnya untuk mencapai saling pengertian antar umat beragama dan pemahaman intelektual terhadap agama-agama lian. Baginya, ilmu perbandingan agama berguna untuk membersihkan semua bentuk prasangka dan salah pengertian untuk membangun persahabatan manusia satu sama lain.
Sejalan dengan pendapanya tentang perbandingan agama dan konsep khilafah, meskipun dia adalah orang Palestiana yan terusir dari negerinya akibat pendudukan Zionisme ia tetap menekankan bahwa Islam tidak menentang Yahudi. Yang ditentangnya adalah Zionisme. Antara Zionisme dan agama Yahudi terdapat perbedaan yang mendasar. Islam tidk menentang Yahudi dan tetap menganggapnya sebagai agama samawi. Islam mengakui Tuhan Yahudi, Tuhan Nabi Ibrahim AS, Ismail AS, Ishaq AS, Ya’kub AS, dan Musa AS. Islam juga mengakui *Zabur dan *Taurat sebagai wahyu dari Tuhan. Sementara itu, Zionisme adalah suatu gerakan yang merencanakan mengubah Palestina dan wilayah-wilayah yang bersebelahan denganya menjadi sebuah negara Yahudi. Usaha untuk mencapai tujuan itu dijalankan secara Machiavelli yang mengabaikan segala pertimbangan, termasuk moral. Yang terakhir inilah yang ditentangnya.
Ketidakadailan dan kezaliman yang dilakukan Zionisme, menurutnya, begitu rumit, begitu majemuk, dan begitu gawat, sehingga praktis tidak ada cara untuk menghentikanya tanpa suatu kekerasan perang. Dalam hal ini negara Zionis harus dihancurkan. Sebagai jalan keluarnya adalah bahwa orang-orang Yahudi diberi hak untuk bermukim di mana saja mereka kehendaki, sebagai warga negara bebas. Mereka harus diterima dengan baik di negara muslim. Yang harus diperhatikan adalah “imigrasi” tidak berarti merebut negara atau mengubahnya menjadi suatu negara Yahudi, seperti yang berlangsung sekarang ini dibawah gagasan Zionisme.
Pemikirannya yang terakhir ini tentu saja membuatnya tidak disenangi oleh kalangan Yahudi di Amerika Serikat. Ketika terjadi serangan teroris di Eropa Barat, segera meletus tindak kekerasan Anti Arab di Amerika Serikat. Hal itu terjadi pada awal tahun 1986. beberapa orang Arab terbunuh atau dianiaya oleh kelompok yang tidak dikenal identitsnya. Poster-poster yang berbau anti Arab dan bahasa Arab tertempel dimana-mana. Tindakan kekerasan Anti Arab dan yang berbau Arab itu diduga disebarkan oleh kelompok-kelompok semacam Jewish Defense League (Liga Pembelaan Yahudi). Di tengah suasana meningkatnya gerakan anti-Arab dan yang berbau Arab itulah Prof. Dr. Ismail Raji al-Faruqi terbunuh di rumahnya dalam suatu serangan oleh kelompok tak dikenal, yaitu pada tengah malam 27 Mei 1986.
Untuk mengenang jasa-jasa, usaha, dan karya Ismail Raji al-Faruqi, organisasi masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) kemudian mendirikan The Ismail and Lamya al-Faruqi Memorial Fund, yang bermaksud melanjutkan cita-cita islamisasi ilmu pengetahuan yang dicetuskannya.

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com