BILAL BIN RABAH

BILAL BIN RABAH
(w. Damascus, 20 H/641 M). Muazin pertama, seorang budak yang berasal dari Abessinia (Etheopia). Dia dibeli oleh Umayyah bin Khalaf Jamhi al-Quraisy, salah seorang pemuka kaum musyrikin Mekah dan penentang dakwah Islam. Ketika sedang melaksanakan pekerjaan yang doperintahkan oleh Umayyah, Bilal bin Rabah mendapat berita bahwa telah datang seorang rasul yang diutus oleh Allah SWT untuk memimpin umat manusia menuju jalan yang diridai-Nya. Bilal bin Rabah meras tertarik untuk mengikuti dakwah itu. Setelah diikutinya beberapa kali, ia menyatakan dirinya sebagai seorang muslim.
Uamayyah sangat marah mendengar berita itu. Dia menyiksa dan memaksa Bilal bin Rabah agar kembali kepada kepercayaan *Jahiliah (menyembah berhala). Bilal bin Rabah dijemur di panas terik matahari dan kemudian diatas perutnya diletakkan batu besar. Akan tetapi, siksaan itu tidak sedikitpun mampu mempengaruhi akidah baru yang diyakininya itu. Ketika penyiksaan itu sedang berlangsung, dia dengan tegas menyatakan pendirianya dan dengan suara terputus-putus mengucapkan kata-kata: “Ahad...Ahad...Ahad...(Allah Maha Esa...Allah Maha Esa... Allah Maha Esa...).
Akhirnya *Abu Bakar as-Siddiq membeli Bilal bin Rabah dari Umayyah dan kemudian memerdekakanya. Rasulullah SAW merasa gembira dengan tindakan Abu Bakar. Sebagai penghormatan atas keimananya yang kuat tersebut, Rasulullah SAW menunjuk Bilal bin Rabah sebagi Muazin. Dialah yang selalu mengumandangkan suara *azan setiap waktu salat fardu. Bilal bin Rabah mengajukan usul kepada Rasulullah SAW untuk menambah kalimat assalatu khairun minan-naum (salat lebih baik daripada tidur) pada azan salat subuh dan Nabi SAW menerima usulanya. Tugas ini tetap dilaksanakanya sampai Rasulullah SAW meninggal dunia.
Setelah Rasulullah SAW wafat, Bilal bin Rabah pergi ke negeri Syam (Suriah). Di sana ia tetap mengumandangkan azan untuk salat fardu disamping berjuang menyiarkan ajaran Islam. Azan terakhir dikumandangkanya ketika Khalifah Umar bin Khattab mengunjungi negeri Syam. Tidak lama setelah itu Bilal bin Rabah wafat.

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com