FATIMAH AZ-ZAHRA

FATIMAH AZ-ZAHRA
(Mekah, 20 Jumadilakhir/605 M – Madinah, 633). Putri Nabi Muhammad SAW dan Khadijah, istri *Ali bin Abi Talib, dan ibu Hasan dan Husein. Dia sangat terkenal di dunia Islam, karena hidup paling dekat dan paling lama bersama Nabi SAW yang sangat menyayanginya. Dari dialah keturunan Nabi SAW berkembang yang tersebar di hampir semua negeri Islam. Di dunia Syiah dia memperoleh tempat tersendiri, yaitu menjadi sasaran pujaan, dan anak keturunanya bersama Ali di klaim sebagai *ahlulbait pewaris kepemimpinan Nabi SAW.
Fatimah dilahirkan di Mekah pada tanggal 20 Jumadilakhir, 18 tahun sebelum Nabi SAW hijrah (tahun ke-5 dari kerasulan). Dia adalah putri bungsu Nabi SAW setelah (berturut-turut) Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kalsum. Saudara laki-lakinya yang tertua, Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia muda.
Kehidupan Fatimah az-Zahra dapat dibagi dalam dua periode, masa kanak-kanak di Mekah dan masa remaja dan masa dewasa di Madinah. Pada periode masa kanak-kanak di Mekah keluarganya hidup dalam keadaan yang menyedihkan, banyak tekanan dan penyiksaan, karena pada masa itulah babak baru perjuangan Rasulullah SAW. Pada periode masa remaja dan dewasa di Madinah, sebagai putri pemimpin kota Madinah, Fatimah tinggal di pusat kota yang paling berpengaruh. Fatimah telah memperkaya sejarah wanita selama masa itu.
Setahun setelah Hijrah, dia dinikahkan dengan Ali bin Abi Talib. Banyak orang yang ingin mengawininya, diantaranya tokoh-tokoh sastra, orang-orang terpelajar, pahlawan-pahlawan perang, dan orang-orang kaya. Hal ini adalah wajar karena dia adalah wanita yang dihormati, ia putri Rasulullah SAW. Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar, keduanya sahabat Nabi SAW, namun ditolak secara halus oleh Rasulullah SAW. Ali sebenarnya tidak berani melamar Fatimah karena kemiskinannya, tetapi Nabi SAW mendoronganya dengan memberi bantuan sekadarnya untuk persiapan rumah tangga mereka. Maskawinya sebesar 500 dirham (10 gram emas), sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya. Nabi SAW memilih Ali sebagai suami Fatimah karena ia adalah anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar, disamping orang pertama yang memeluk Islam.
Dari perkawinan Fatimah dan Ali, lahirlah *Hasan dan *Husein. Keduanya terkenal dengan tokoh Syiah yang mati terbunuh di Karbala. Disamping keduanya, juga lahir anak ketiga, Muhassin, serta dua anak perempuan, Ummi Kulsum dan Zainab.
Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering juga kekurangan, sehingga beberapa kali harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga mereka untuk membeli makanan, sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun demikian mereka tetap bahagia, lestari sebgai suami istri sampai akhir hayat.
Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Sekali waktu Nabi SAW pernah mengatakan kepada Ali, “Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.” Ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Kuraisy untuk menikahkan anak perempuanya dengan Ali. Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah SAW. Sikap Nabi SAW semakin keras ketika Abu Jahal menawarkan anak perempuanya kepada Ali. Nabi SAW mengatakan, ceraikan dulu Fatimah jika Ali berniat menikahinya.” Ini merupakan bukti kuat akan kecintaan Rasulullah SAW kepada putri bungsunya ini.
Memang Nabi SAW sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi SAW sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah, tiada hentinya menangis. Nabi SAW memenggilnya dan berbisik kepadanya, tangisnya semakin bertambah, lalu Nabi SAW berbisik kepadanya, tangisnya makin bertambah, lalu Nabi SAW berbisik lagi, dan dia pun tersenyum. Kemudian hal tersebut ditanyakan orang kepada Fatimah. Dia menjawab bahwa dia menangis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi ayahnya akan meninggal, tetapi dia tersenyum karena, seperti kata ayahnya, dilah yang pertama yang akan menjumpainya di akhirat nanti.
Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorng ahli hukum Islam, darinya banyak diriwayatkan hadis Nabi SAW. dia adalah seorang tokoh wanita yaang agung, seorang ahli hukum Islam, darinya banyak diriwayatkan hadis Nabi SAW. Dia adalah tokoh wanita dalam bidang kemsyarakatan, orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat mulia.
Tak lama setelah kematia Rasulullah SAW, Fatimah jatuh sakit. Merasa ajal sudah dekat, dia membersihkan dirinya, memakai pakaian yang terbaik, memakai wewangian dibantu oleh iparnya, Asma bin Abi Talib. Dia meninggal dengan satu pesan bahwa hanya Ali, suaminya yang boleh menyentuh tubuhnya.

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com