IBNU AL-MUQAFFA, ABU MUHAMMAD

IBNU AL-MUQAFFA, ABU MUHAMMAD
(102 -139 H/720 – 756 M). Pengarang Arab berkebangsaan Persia. Sebelum memeluk agama Islam, ia bergelar Abu Amr. Ia orang pertama yang menerjemahkan karya-karya sastra tentang kebudayaan India dan Persia ke dalam bahasa Arab dan merupakan orang pertama yang melahirkan karya prosa berbahasa Arab. Ayahnya, al-Mubarak, mendapat kepercayaan dari penguasa, al-Hajjaj bin Yusuf, untuk memungut pajak di wilayah Irak dan Iran. Karena ia melakukan tindakan penyalahguanaan hasil pajak tersebut, maka ia dihukum potong tangan. Sejak itulah nama belakangnya mendapat tambahan al-muqaffa yang berarti orang yang terpotong tangannya. Gelar inilah yang kemudian menjadi nama anaknya, Abu Muhammad ibnu al-Muqaffa.
Dalam sejarah kariernya, Ibnu al-Muqaffa menjabat sebagai sekeraris gubernur Bani Abbas di Kirman, dimana ia mendapat banyak kesempatan dan keberuntungan. Ketika Khalifah Abu Ja’far al-*Mansur menyuruhnya membuat konsep surat perjanjian antara dia dan saudaranya, Abdullah bin Ali, yang melakukan pemberontakan, ia membuat beberapa pernyataan yang tidak menyenangkan bagi khalifah. Tindakan Ibnu al-Muqaffa ini, sudah barang tentu, mengundang kecurigaan dan kemarahan Khalifah al-Mansur. Khalifah al-Mansur memerintahkan Sufyan bin Mu’awiyah al-Muhallabi, gubernur Basra, agar melenyapkan sekretaris yang dinilai angkuh ini. Tepat di penghujung tahun 138 H/756 M Ibnu al-Muqaffa deksekusi secara tragis. Sebagian orang memendang bahwa eksekusi atas diri Ibnu al-Muqaffa tersebut terjadi karena ia dipandang sebagai kaum *zindik. Akan tetapi, bagaimanapun juga, peristiwa tragis itu lebih dilatarbelakangi oleh faktor politis dan sentimen pribadi ketimbang faktor agama.
Meskipun masa hidupnya relatif singkat, yaitu 30 tahun, Ibnu al-Muqaffa telah meninggalkan hasil terjemahan dan karya orisinil yang tidak sedikit jumlahnya. Namun hanya sebagian kecil dari karyanya tersebut yang masih ada hingga sekarang. Itupun masih diragukan keaslian dan kebenarannya. Di antara kitab tersebut adalah kitab Kalilah wa Dimnah atau *Kalilah dan Dimnah (Yang Tumpul dan Keras) yng diterjemhkan oleh Ibnu al-Muqaffa dari bahasa Pahlavi ke dalam bahasa Arab. Kitab ini merupakan kumpulan dongeng-dongeng India yang berasal dari Pancatantra dan Tantrayana yang diterjemahkan ke dalam bahasa Pahlevi pada zaman Anusyirwan. Ia juga menerjemahkan kitab Khudainama dari bahasa Pahlevi, yang dalam bahasa Arabnya diberi judul Siyar Muluk al-‘Ajam (Kehidupan Raja-Raja Non-Arab). Di samping karya terjemahan, Ibnu al-Muqaffa juga mempunyai karya-karya orisinil sebagai ide dalam pemikirannya sendiri. Diantara karya orisinil tersebut adalah kitab ad-Durrah al-Yatimah fi Ta’ah al-Muluk (Mutiara Terbaik Dalam Mematuhi Raja), al-Adab as-Sagir (Sastra Kecil), al-Adab al-Kabir (Sastra Besar), dan beberapa risalah kecil lainnya.

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

1 komentar:


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com