IBNU HISYAM

IBNU HISYAM
(Cairo, Zulkaidah 708/April 1309 – 5 Zulkaidah 761/18 September 1360). Seorang ahli *fikih dan *nahwu. Nama lengkapnya Jmaluddin Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf bin Ahmad bin Abdillah bin Hisyam al-Ansari al-Misri.
Selama hidupnya Ibnu Hisyam tinggal di Cairo. Hanya dua kali ia bepergian ke luar kota, yaitu ke Mekah pada tahun 749 H (1348 M) dan 756 H (1355 M). Ia belajar ilmu-ilmu keislaman secara khusus di bawah bimbingan Syihabuddin Abdul Latif bin al-Murahhal, Tajuddin al-Fakihani, dan Tajuddin at-Tibrizi.
Pada mulanya Ibnu Hisyam adalah seorang ahli fikih mazhab *Syafi’i. Dalam ka[asitas seperti itu, ia menjadi guru besar dalam ilmu tafsir di masjid al-Mansyuriyah, Cairo. Tetapi 5 tahun sebelum meninggal dunia, ia beralih ke *Mazhab Hambali untuk mendapat kedudukan guru di salah satu madrasah Hanbaliyah di Cairo, karena sekolah itu dapat memberikan fasilitas yang dikehendakinya. Konon untuk itu ia menghfal kitab al-Mukhtasar karya al-Khiraqi (w. 334 H/946 M) dalam waktu tidak sampai 4 bulan.
Dalam setiap kasus, reputasinya sangat besar. Ibnu Khaldun, dalam kitabnya Muqddimah, menyebut Ibnu Hisyam sebagai manusia langka yang dalam sejarah perkembangan bahasa Arab berhasil menguasai keseluruhn subjeknya, terutama yang berhubungan dengan nahwu. Pengetahuannya tentang ilmu nahwu sangat luas dan dalam. Hal itu membuktikan kuatnya daya pikir dan daya ingat Ibnu Hisyam.
Juga menurut Ibnu Khaldun, metode pengajaran Ibnu Hisyam diikuti oleh ahli-ahli nahwu dari Mosul, yang mendapat pengaruh dari Ibnu Jinni. Metode itu dalah metode resume dan komentar singkat. Dengan kombinasi seperti itu, menurut Ibnu Khaldun, ia berhasil menampilkan sesuatu yang menakjubkan. Itu semua menunjukkan kekuatan keahlian dan telaahnya.
Ibnu Hisyam mengarang buku dan menyusun syarah (penjelasan) atas beberapa buku. Karya-karyanya antara lain adalah:
1) Syuzur z-Zahab fi Ma’rifah Kalam al-‘Arab, sebuah risalah lebih panjang tentang ilmu nahwu.
2) Kitab Syarh tentang risalah tersebut, dicetak di Bulaq tahun 1282 H dan Cairo pada tahun 1253 H dan 1305 H;
3) Qatr an-Nada wa Ball as-Sada, sebuah risalah pendek tentang ilmu nahwu, diterbitkan beberapa kali;
4) Kitab Syarh (penjelasan atau penafsiran) atas kitab tersebut di atas, terbit di Tunisia pada 1281 H dan di Cairo pada 1274 H;
5) Al-I’rab ‘an Qawaid al-I’rab, sebuah risalah singkat, dicetak di Constatinopel (kini Istanbul) tahun 1298 H;
6) Mugni al-Labib ‘an Kutub al-A’arib, kitab nahwu yang membahas secara terinci makna huruf dan keadaan kalimat, dicetk di Teheran tahun 1274 H dan di Cairo tahun 1305 H, 1307 H, dan 1317 H;
7) Muqid al-Ahzan wa Muqiz al-Wasnan, kitab tentang beberpa kemusykilan ilmu nahwu;
8) Al-Alqaz, kitab tentang beberapa masalah ilmu nahwu yang ditulis untuk keperlun Sultan Malik Kamil, dicetak di Cairo tahun 1304 H;
9) Ar- Raudah al-Adabiyah fi Syawahid Ulum al-‘Arabiyah, buku penjelasan tentang syair-syair krya Ibnu Jinni dalam kitabnya al-Lam’;
10) Al-Jami’ as-Saghir fi an-Nahw, semacam kamus kecil Ilmu Nahwu;
11) Makalah tentang ‘Irab kata-kata luqatan, fadlan, khilafan, aidan, dan lain-lain dipublikasikan dalam kitab as-Suyuti yang berjudul al-Asybah wa an-Naza’ir fi an-Nahw;
12) Makalah kecil tentang penggunaan al-munada (kata panggilan, seperti, “Ya, Ahmad”) dalam sembilan ayat Al-Qur’an;
13) Mas’alah I’tirad asy-Syart ‘ala asy-Syart, juga dimuat dalam kitab as-Suyuti tersebut;
14) Fauh asy-Syaza fi Mas’alah Kaza, dimuat dalam kitab as-Suyuti tersebut;
15) Syarh al-Wasidah al-Lugawiyyah fi al-Masa’il an-Nahwiyah, juga dimuat dalam kitab as-Suyuti tersebut;
16) Audah al-Masalik ila Alfiyah ibn Malik, diterbitkan di Cairo dengan judul at-Tawdih tahun 1304 H dan 1316 H, serta di Calcuta tahun 1832;
17) Syarh Banat Su’ad, penjelasan tentang kasidah (syair-syair) pujian-pujian Ka’ab bin Zuhair kepada Rasulullah SAW, diterbitkan di Cairo pada tahun 1304 H dan 1307 H;
18) Syawrid al-Milh wa Mawarid al-Manh, sebuah tulian tentang kebahagiaan manusia;
19) Mukhtasar al-Intisaf min al-Kasysyaf, ringkasan buku al-Intisaf min al-Kasyasyaf karya Ibnu Munir yang merupakan bantahan terhadap pendapat-pendapat *Muktazilah dalam kitab al-kasyaf karya az-*Zamakhsyari;
20) Beberapa tulisan lain tentang ilmu Nahwu, termuat dalam kitab as-Suyuti tersebut di atas.

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com