JAUHARI TANTAWI

JAUHARI TANTAWI
(Desa Kifr Iwadillah, Mesir, 1287 H/1870 – 1358 H/1940 M). Cendikiawan Mesir, salah seorang pembaharu yang memotivasi kaum muslimin untuk menguasai ilmu secara luas, ahli dilsafat, dan salah seorang tokoh “mufasir ilmu” yang luas ilmunya.
Semasa kecilnya ia belajar di al-Ghar sambil membantu orang-tuanya sebagai petani. Terdorong oleh keinginan agar ia kelak menjadi orang yang terpelajar, orang-tuanya menyuruh agar studinya dilanjutkan ke al-Azhar, Cairo. Di Universitas ini ia bertemu dengan tokoh pembaru terkemuka Mesir, *Muhammad Abduh, yang memberikan pengaruh besar bagi pemikiran dan ilmunya, terutama dalam ilmu tafsir, sehingga pada masa berikutnya ia banyak mengikuti pemikirannya. Ia melanjutkan studinya di Darul Ulum dan menamatkannya tahun 1311 H/1893 M. Bimbingan Muhammad Abduh yang telah membuka cakrawala pemikirannya yang demikian luas ketika belajar di al-Azhar membuatnya tidak merasa puas dengan program belajar di Darul Ulum, khususnya dalam bidang tafsir.
Setelah studinya selesai, Tantawi memulai kiprahnya sebagai pendidik. Pada mulanya ia menjadi guru Madrasah Ibtidaiyah dan Sanawiah, selanjutnya ia memberi kuliah di Universitas Darul Ulum. Pada tahun 1912 diangkat menjadi dosen di al-Jami’ah al-Misyriyah dalam mata kuliah falsafah Islam.
Sebagai seorang cendekiawan, Tantawi selalu aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, baik melalui buku-buku maupun melalui majalah dan surat kabar. Di samping itu, ia selalu aktif menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan yang lebih menarik perhatiannya adalah ilmu tafsir. Di samping itu, ia juga tertarik pada ilmu fisika, ilmu yang dipandangnya dapat menjadi suatu penangkal/penangkis kesalahpahaman orang yang menuduh bahwa Islam menentang ilmu dan tekhnologi modern.
Gagasan dan pemikiran yang membuat Tantawi diperhitungkan dalam jajaran pemikir Islam terlihat dalam tiga hal: (1) obsesinya untuk memajukan daya pikir umat islam, (2) pentingnya ilmu bahasa dalam menguasai idiom-idiom modern, (3) pengkajiannya terhadap Al-Qur’an sebagai satu-satunya kitab suci yang memotivasi pengembangan ilmu.
Tantawi sangat menentang *bidah dan *taklid, yang menurutnya dapat menyeret umat menjadi terbelakang dan jumud. Ia giat berusaha memajukan daya pikir umat Islam, menjauhkanya dari kebekuan berpikir dan keterbelakangan serta menyadarkan mereka akan pentingnya ilmu-ilmu pengetahuan modern untuk dikuasai. Untuk menguasai ilmu modern tersebut, ia mendorong masyarakat Mesir untuk memperbanyak bangunan-bangunan sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Salah satu hal penting dalam rangka penguasaan ilmu pengetahuan modern, menurutnya, adalah penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Menurutnya, secara garis besar ilmu pengetahuan itu dapat dibagi dua, yakni ilmu bahasa dan selain bahasa. Ilmu bahasa memegang peranan yang amat penting dalam sebuah studi, sebab ia merupakan alat untuk menguasai berbagai ilmu.
Elain usaha memerangi bidah dan anjuran menguasai bahasa asing, pemikiran penting Tantawi lainnya, bahkan yang terpenting, adalah studinya terhadap Al-Qur’an yang membuktikan bahwa kitab tersebut adalah satu-satunya kitb suci yang memotivasi pengembangan ilmu. Menurutnya Al-Qur’an menganjurkan agar kaum muslimin menuntut ilmu dalam arti yang seluas-luasnya. Di dalam kitab suci itu terdapat banyak sekali ayat yang memotivasi agar umat Islam maju dalam bebagai bidang ilmu. Penelitiannya menunjukkan bahwa tidak kurang dari 750 ayat yang mendorong ke arah kemajuan ilmu pengetahuan. Sangat mengherankan baginya bila para ulama terdahulu hanya menekankan pengkajian Al-Qur’an dalam hal ilmu fikih dan lengah terhadap arahan Al-Qur’an menyangkut ilmu-ilmu lain, seperti ilmu tumbuh-tumbuhan, biologi, ilmu hitung, dan lain-lain.
Berangkat dari penelitian inilah Tantawi menulis kitabnya yang terkenal dan akan terus memperkaya khazanah muslim sepanjang zaman, yaitu al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’an (Permata-Permata dalam Tafsir Al-Qur’an). Kitab tafsir ini terdiri dari 25 Juz dan ditulisnya ketika ia berumur 60 tahun. Kitab ini memiliki metode pembahasan yang berbeda dari kitab-kitab tafsir yang lain. Cirinya yang menonjol adalah: (1) banyak merangkum kembali tulisan-tulisannya yang lain sebelumnya, (2) dalam pendahuluannya ia mengedepankan alasan mengapa ia menulis kitab ini, yaitu agar umat Islam menyadari betapa pentingnya penguasaan ilmu bagi umat Islam, seperti fisika, pertanian, pertambangan, matematika, ilmu ukur, ilmu falak, ilmu kedokteran, dan lain-lain, (3) dalam menafsirkan ayat-ayat yang berhubungan dengan hal alamiah, dia melengkapinya dengan gambar dan foto-foto, (4) kitab ini memuat sekian banyak cabang bahasan.
Sebagai seorang cendekiwan, Tantawi sangat produktif menulis untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya, sebab di samping karya tafsir di atas, ia telah menulis/menerjemahkan tidak kurang dari 30 buah buku, di antaranya Al-Qur’an wa ‘Ulum al-‘Asriyyat (Al-Qur’an dan ilmu-ilmu modern) yang memuat berbagai macam ilmu dan tekhnologi. Di dalamnya terdapat pembahasan sebanyak 37 judul dan seluruh uraiannya disertai dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang melandasi kandungan makna yang mengarah kepada ilmu pengetahuan modern. Di samping itu msih terdapat karya lain, seperti Mizan al-Jawahir fi ‘Aja’ibi al-Kawn al-Bahir (Timbangan Mutiara Keajaiban Alam Raya; 1900 M), Jawhir al-‘Ulum (Mutiara Ilmu; 1904 M), Al-Arwah (Arwah), Nizam al-‘Alam wa al-‘Ulum (Aturan Alam dan Ilmu 1905 M), Ibnu al-Insan (Anak Manusia), al-Nizam wa al-Islam (Aturan dan Islam), al-Hikmah wa al-Hukama’ (Hikmah dan Para Ahli Hikmah), Taj al-Murassa (Mahkota yang Kukuh), Jamal al-‘Alam (Keinahan Alam), Nahdat al-‘Ummah wa Hayatuha (Kebangkitan Umat dan Kehidupannya). Sebgian dari karya-karya tersebut telah diterjamahkan ke dalam bahasa Eropa.

About the Author

RIZAL RIZLA

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Berbagi Menuju Lebih Baik. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com